Petani Kelapa Sawit Dibekali Royal Golden Eagle Dengan Alternatif Penghasilan

Muraryu – Pesan Ir. Soekarno untuk rakyat Indonesia salah satunya adalah “jangan menjadi bangsa yang hidup dari belas kasihan dari satu sen dolar, melainkan jadilah bangsa yang mau berjuang dan bangsa yang maju dengan keringat sendiri”. Untuk menjalankan pesan dan amanah dari Ir. Soekarno tersebut, Sukanto Tanoto sebagai salah satu pebisnis sukses di Asia berusaha mewujudkan cita – cita dan pesan Ir. Soekarno salah satunya adalah dengan mendirikan Asian Agri yang pro dengan rakyat.

Salah satunya Asian Agri menjadi salah satu bisnis yang berhasil meningkatkan pendapatan perkapita dan meningkatkan alternatif penghasilan bagi petani kelapa sawit di daerah. Pembekalan dan swadaya masyarakat yang diterapkan terbukti sukses dan dapat menjadi salah satu bagian penting bagi masyarakat sekitar.

Pembekalan RGE Kepada Petani Kelapa Sawit dengan Swadaya Masyarakat

Asian Agri sendiri memulai suatu program kemitraan dengan para petani swadaya dimulai dengan lahan seluas 2.791 hektar. Lahan ini semuanya merupakan lahan yang dimiliki oleh para petani. Akan tetapi dengan pendampingan yang baik dari anak perusahaan grup yang dikenal dengan nama Royal Golden Eagle ini, petani diharapkan akan mendapatkan hasil perkebunan yang sebaik mungkin. Akan tetapi lima tahun sejak program kemitraan tersebut digulirkan dengan para petani swadaya, pada akhirnya cakupan areanya semakin mengalami perkembangan. Hal ini tentu menjadi suatu langkah yang sangat baik dan tak lepas juga dari semakin banyaknya jumlah petani yang turut serta ke dalam program yang kian bertambah tersebut.

Luas lahan pertanian yang dicakup dalam mitra yang dilakukan oleh Asian Agri sampai dengan bulan Juni 2017 tercatat melonjak sampai dengan 23.771 hektar dan saat ini tentu jumlah tersebut sudah semakin mengalami pertambahan. Lahan tersebut juga disebar pada tiga provinsi di Indonesia yaitu di daerah Sumatera Utara mencapai luas 8.593 hektar, di Riau seluas 6.859 hektar dan di Jambi mencapai 8.319 hektar. Dengan hasil kerjasama bersama para petani swadaya tersebut tentu hasil yang telah dinikmati oleh Asian Agri sangat positif. Produksi minyak kelapa sawit oleh lini bisnis RGE selama ini mencapai satu juta ton setiap tahun yang dari jumlah tersebut, kurang lebih sekitar 25% ternyata sudah didukung oleh para petani swadaya.

Hasil ini tentunya menjadi sebuah bukti adanya upaya peningkatan penghasilan oleh Asian Agri dibawah naungan RGE yang dipimpin Sukanto Tanoto. Pencapaian ini juga menjadi suatu hal yang benar – benar menggembirakan. Akan tetapi memang unit bisnis Royal Golden Eagle sepertinya masih belum puas karena mereka juga masih memiliki keinginan untuk semakin memperluas cakupan kemitraan dengan para petani baik itu dengan para petani plasma atau dengan para petani swadaya. Kini luas lahan kemitraan dari Asian Agri dengan petani swadaya setempat sudah mencapai 60 ribu hektar. Akan tetapi sepertinya anak perusahaan Asian Agri tersebut akan menargetkan jumlahnya mengalami peningkatan sampai dengan menjadi 100 ribu hektar sampai tahun 2020 nanti.

Semua ini memang dilakukan selain menjadi alasan dalam rangka peningkatan untuk produktivitas bagi usaha, Asian Agri juga menginginkan kesejahteraan petani meningkat dengan alternatif penghasilan yang semakin baik dari tahun ke tahunnya. Dan kini program kemitraan mereka dengan para petani juga sudah jauh lebih baik dengan dua sistem yaitu petani plasma dan petani swadaya yang tentu memberikan hubungan timbal balik terbaik untuk kedua belah pihak.

Releated Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX5A6939A9E83FC