Program Desa Bebas Api oleh APRIL Grup Mampu Menekan Kebakaran pada 2017

Foto : halloriau.com

Muraryu – Kebakaran adalah suatu masalah yang sering dialami di berbagai negara, bahkan di Indonesia. Kebakaran sendiri bisa disebabkan oleh banyak faktor, contoh: kebakaran suatu tempat tinggal yang diakibatkan oleh kabel listrik yang konslet, terkadang juga dikarenakan lupa mematikan kompor, selain itu juga yang sering terjadi di Indonesia adalah kebakaran hutan.

Indonesia sendiri memiliki hutan yang sangat luas dengan keanekaragaman flora dan fauna di dalamnya. Dalam hal ini, kebakaran hutan merupakan suatu peristiwa yang memiliki dampak negaif dan sangat merugikan hingga punahnya flora dan fauna yang hidup disana, merugikan perekonomian, sosial, dan kesehatan yang sangat signifikan. Di samping itu juga, sangat mengganggu kesehatan untuk masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, transportasi yang tidak berjalan lancar, hingga sangat merugikan bagi mereka yang hidupnya tergantung pada hutan. Jika dinominalkan, kerugiannya bisa mencapai 20 triliun per tahunnya. Selain itu juga, kebakaran hutan tersebut dapat merugikan banyak pihak.

Begitupun untuk Grup APRIL, yang merupakan anak dari perusahaan bapak Sukanto Tanoto. Karena bagi mereka kebakaran merupakan ancaman terbesar bagi hutan tanaman mereka, yang mana tanaman-tanaman yang mereka miliki merupakan aset utama. Dampak yang sangat mendasar dari kebakaran hutan ini, dapat mengurangi nilai dan produktivitas aset ini, dan serta menciptakan kabut asap. Secara signifikan, dampak bagi lingkungan lainnya adalah mengurangi nutrisi tanah, mempengaruhi kualitas air dan meningkatkan erosi tanah.

Oleh karena itu, pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dan anggota masyarakat untuk menanggulangi kebakaran hutan. Sejak 2008, PT RAPP (PT Riau Andalan Pulp & Paper) berperan aktif menggandeng masyarakat untuk menjadi agen dalam menanggulangi masalah kebakaran lahan dengan memfasilitasi pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA). MPA adalah sebuah kelompok keswadayaan masyarakat yang mempunyai tugas utama dalam mengurangi risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan serta melakukan penanganan partisipatif bila terjadi bencana.

Maka dari itu, PT RAPP memberikan fasilitas hingga membentuk 32 MPA dengan total anggota 480 orang di berbagai Provinsi Riau. Selain itu, pada tahun 2014 mereka mengadakan 62 pelatihan terkait pengetahuan dan teknik pemadaman api, juga memberikan bantuan peralatan serta perlengkapan pemadam untuk kebakaran hutan dan lahan bagi masing-masing MPA. Dengan terbentuknya Masyarakat Peduli Api (MPA) bentukan perusahaan Sukanto Tanoto, mereka berharap agar bisa membantu koordinasi di antara semua pihak yang terkait, yaitu: pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat. Jika hal tersebut dilakukan dengan intensif, koordinasi bisa mempercepat proses penanggulangan kebakaran hutan. Di sisi lain, MPA juga diharapkan dapat mendukung partisipasi masyarakat yang sangat krusial dan bisa menjadi pasukan garda depan dalam pencegahan kebakaran hutan. Dengan adanya program desa bebas api dari APRIL Indonesia tersebut, negara mampu menekan kebakaran pada 2017.

Releated Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IBX5A6939A9E83FC